Minggu, 03 Februari 2013

KEGIATAN ANALISA DI PT.INDOFOOD CBP SUKSES MAKMUR


  
1.1 Sejarah dan Perkembangan Perusahaan
PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk merupakan perusahaan yang bergerak dalam  bidang  industri  makanan. Perusahaan yang berdiri pada 17 Desember 1992 di Cibitung ini diberi nama PT Indosentra Pelangi.
Pada awal tahun 2010 perusahaan ini mengganti namanya menjadi PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. Slogan yang terdapat pada logo Indofood yang berbunyi “the symbol of quality food” atau “lambang makanan bermutu” mengandung konsekuensi hanya produk bermutulah yang dihasilkan. PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk merupakan perusahaan pengolah makanan utama di Indonesia yang hampir seluruh produknya menguasai pangsa pasar khususnya pasar domestik.
PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk Cibitung merupakan pusat perusahaan yang bergerak dibidang food seasoning dan mempunyai cabang perusahaan yang berada d di Semarang.
Jenis-jenis produk yang diproduksi oleh PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk divisi food seasoning ini ada 7, yaitu :
·                  Sari kedelai
·         Kecap manis dan manis sedang merk Indofood, piring Lombok, enak & pandaroo
·         Kecap asin dengan merk Indofood
·         Bumbu instant dengan merk Indofood dan maggi
·         Bumbu powder dengan merk Indofood dan maggi
·         Saus & sambal dengan merk Indofood & piring Lombok
·         Sirup dengan merk indofood
1.2  Lokasi dan Tata Letak Perusahaan
PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk Divisi Food Seasoning Cibitung ini beralamat di Kampung Jarakosta, Desa Sukadanau RT 05/RW 02 Cikarang Barat, Bekasi 17520. Dengan batas-batas wilayah sebagai berikut :
Berbagai fasilitas industrial yang ada adalah Kantin, Poliklinik, Koperasi, Mushola dan Tempat olahraga.
1.3  Struktur Organisasi Perusahaan
Struktur organisasi merupakan gambaran fungsi dan tanggungjawab tugas dan kewajiban serta kekuasaan yang ada pada perusahaan agar personil mudah dalam melaksanakan aktifitasnya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.
PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk dipimpin oleh KADIV (Kepala Divisi) yang membawahi DIFAM (Divisi Financial & Accounting Manager), MFQ manager, Marketing manager, dan PDQC manager. PDQC manager membawahi Microbiologi manager, PD manager, Hygiene &QC manager, dan QA manager.
a.       Microbiology manager
Microbiology manager adalah orang yang bertanggungjawab terhadap organisasi di lab mikro dan bertugas untuk merencanakan, mengorganisasikan, memimpin, mengendalikan pekerjaan staf dan karyawan dan menggunakan sumber-sumber daya perusahaan untuk mencapai tujuan perusahaan yang telah ditetapkan. Microbiology manajer membawahi coordinator kecil dan coordinator mikro.
b.      Hygiene and QC manager
Hygiene and QC Manager merupakan suatu departemen yang menangani tentang hygiene dan pengawasan mutu perusahaan. Hygiene membawahi hygiene staf yang membawahi pula QC spv. QC spv membawahi 2 koordinator yaitu coordinator RM,PM,FG dan coordinator Inline proses. Kedua coordinator tersebut membawahi QC field yang bertugas untuk :
a.          Menjamin dan mengendalikan proses produksi berlangsung sesuai dengan prosedur yang sesuai dengan standar
b.         Memberikan laporan pengendalian proses dan    catatan mutu selama proses produksi berlangsung
c.          Melakukan penilaian mutu proses produksi dan kebersihan ruangan produksi
d.         Melaporkan setiap penyimpangan yang terjadi di lapangan kepada atasannya.
QC Laboratorium
1. Lab. PO
Analisa PO ditujukan pada semua sampel yang telah didata pada penerima sampel seperti, sampel RM fresh, RM non fresh serta analisa proses. Analisa PO pada sampel produksi dilakukan untuk menjamin kualitas produk tetap terjaga. Penerima sampel bertugas untuk menerima sampel serta mengelompokan sampel untuk keperluan analisa. Kegiatan yang dilakukan meliputi penomoran dan pendataan yang diinput ke komputer. Dalam kegiatan penerimaan sampel diperlukan kecermatan serta ketelitian, karena sampel yang ada banyak dan parameter pengujiannya pun juga banyak.
1.      RM Fresh
Analisa PO pada sampel RM Fresh meliputi kenampakan barang yang sesungguhnya. Kenampakan tersebut seperti bentuk, warna, aroma, rasa, jamur, benda asing, kotoran, dan lain sebagainya. Seperti pada analisa cabe, parameter analisanya meliputi, kekeringan/ kelayuan, benda asing, lewat matang, kotoran/ kelopak, variasi warna, variasi jenis, serangga dan lain-lain.
Analisa PO pada bawang bombai parameternya yaitu, bentuk normal,, warna putih kehijauan, aroma & rasa normal, kelayuan, lewat matang, kadar kotoran, serta benda asing.


2.      RM Non Fresh
Analisa PO pada sampel RM non fresh seperti gula parameternya yaitu bentuk, warna, aroma, rasa, serta benda asing.
Adapun kegiatan yang dilakukan di Lab. PO yaitu:
a)      Sampel diprepare serta dipanel oleh analis PO.
b)      Analisa PO yang dilakukan adalah membandingkan sampel uji dengan sampel standar yang telah ditetapkan, jika sampel tidak sesuai dengan sampel standar maka hasil analisa sampel reject atau bisa dilakukan re-sampling.
c)      Sebelum melakukan analisa, analis harus ditraining. Ini dimaksudkan agar hasil analisa yang meliputi panel organoleptik analis akurat.
d)     Selain melakukan kegiatan panel, analis juga melakukan uji warna pada sampel. Tidak semua sampel diuji warna dan analisa warna dilakukan dengan menggunakan cromameter.
Chromameter
Cromameter/ colorimeter merupakan alat yang digunakan untuk mengukur warna dari permukaaan suatu objek. Prinsip dasar dari alat ini ialah interaksi antara energi cahaya diffus dengan atom atau molekul dari objek yang dianalisa.
Prinsip alat ini adalah mengukur parameter atau tristimulus warna XYZ menggunakan tiga buah filter X (merah), Y (hijau), dan Z (biru). Selain tiga buah filter, chromameter memiliki beberapa komponen penting antara lain adalah sumber cahaya, sensor, penguat, pengolah data dan display. Alat ini terdiri atas ruang pengukuran dan pengolah data. Ruang pengukuran berfungsi sebagai tempat untuk mengukur warna objek dengan diameter tertentu.
Setiap kromameter dengan tipe berbeda memiliki ruang pengukuran dengan diameter yang berbeda pula. Sumber cahaya yang digunakan yaitu lampu xenon. Lampu inilah yang akan menembak permukaan sampel yang kemudian dipantulkan menuju sensor spektral. Selain itu, enam fotosel silikon sensitifitas tinggi dengan sistem sinar balik ganda akan mengukur cahaya yang direfleksikan oleh sampel.
Skema pengukuran dari kromameter yaitu sampel diberi cahaya diffus dan diukur pada sudut tertentu. Cahaya diffus yang mengenai sampel dipantulkan pada sudut tertentu, kemudian diteruskan ke sensor spektral, lalu dihitung menggunakan komputer mikro. Data hasil pengukuran dapat berupa L*a*b* sehingga sering disebut sistem CIE L*a*b* atau CIELAB. Sistem warna CIELAB merupakan suatu skala warna-warna yang seragam dalam dimensi warna.
Form POB
Pengisian form POB ( panel Organoleptik Bersama ) dilakukan setiap kali analis melakukan panel. Pengisian tersebut dilakukan untuk mengetahui berapa sampel yang telah dianalisa organoleptiknya.
Sampel yang diberikan oleh QC Field tidak hanya ditujukan untuk pengujian di laboratorium saja, tetapi ada sebagian yang ditujukan untuk shelf life dan ada yang ditujukan untuk dokumentasi. Shelf life yaitu umur simpan dari pada produk yang dihasilkan oleh proses produksi. Sedangkan sampel dokumentasi adalah sampel yang ditujukan apabila ada komplen dari konsumen.
Apabila ada komplen dari konsumen maka akan dilakukan pengujian produk yang diambil dari sampel dokumentasi. Semua produk yang telah dipasarkan ada dalam sampel dokumentasi. Dokumentasi tertata dengan rapi serta ditata sesuai dengan jenis produk. Sampel ini biasanya hanya disimpan selama selang waktu yang tidak begitu lama dan secara berkala.
2. Lab. Kimia
Analisa yang ada di laboratorium kimia diantaranya meliputi:
Analisa Kadar NaCl dengan Metode Potensiometri

  •  Analisa Kadar Abu Total
  • Analisa Viskositas
  • Analisa protein
  • pH
  • BJ
  • Kadar air

3. Lab. Mikrobiologi
Untuk menumbuhkan dan mengembangbiakkan mikroba diperlukan suatu substrat yang disebut medium. Sedangkan medium itu sendiri sebelum digunakan harus dalam keadaan steril artinya tidak ditumbuhi oleh mikroba lain yang tidak diharapkan agar mikroba dapat tumbuh dan berkembangbiak dengan baik di dalam medium, maka diperlukan syarat tertentu yang diantaranya bahwa di dalam medium harus terkandung semua unsure hara yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembanganmikroba kemudian susunan makanannya, tekanan osmosis, derajat keasaman (pH), temperature, dan sterilisasi.
Analisa yang dilakukan di Lab mikrobiologi PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk Divisi Food Seasoning adalah APC, E.Coli, Coliform, Ecterobacteriaceae, dan Yeast & Mould.